|
Awal-awal berdirinya Gedung Bioskop “Kartika Candra” di jalan Cepaka sempat menjadi tempat yang wahh… di kota sekecil Blitar yang masyarakatnya kurang hiburan terutama film karena saat itu belum musim VCD adanya Video Betamax itupun jarang orang yang punya. Bangunan gedung yang baru dengan label Cineplex melati tiga sempat menjadi icon kota Blitar maklum gedung Bioskop yang lainnya seperti Dipayana, Irama dan Cempaka sudah lama gulung tikar. Film Kung Fu master “Once Upon Time in China I” menjadi film yang fenomenal saat itu yang mana bangku selalu penuh atau tiket sold Out. Salah satu penggemar maniak film2 Jet Li adalah Khomsul dan dengan bangganya dia bercerita telah dua kali nonton di KC “sebuah kebanggaan tersendiri”. Teman-teman pun pada penasaran dan ingin mencoba gimana rasanya nonton di Cineplex melati tiga tersebut, apakah seperti yang diceritakan kualitas audionya yang nyaring di telinga, tempat duduknya yang empuk, ruangannya yang suejuk…suuejuuk…. karena ada Ac nya dst. Akhirnya uang jajan selama seminggu pun dikumpuklan, maklum kami bukan dari kalangan Beruang dan janjian nonton bareng-barengpun dijadwalkan pada malam minggu, jajnian ngumpul di rumah Bagus Londo. Nggak penting film apa yang akan diputar yang jelas agak ngejar gengsi nonton filn di KC. hehehe…. Hari yang di tunggupun tiba, satu persatupun datang seperti Lukman, Kimung, Dadik, Gendut, Komsul, Joko, Kabul dst (aku lali sopo ae pesertanya). Setelah pesertanya lengkap kamipun berangkat sama-sama dengan jalan kaki maklum sepeda motorpun kami tak punya, kalo naik sepeda pancal rasanya kok gengsi. Ternyata Kebetulan Film yang akan diputar adalah Silent of The Lambs yang dibintang Jodie Foster. Padahal ketika berangkat kami membayangkan akan ceria dan penuh canda tawa. Ternyata filmnya menegangkan masuk dalam kategori film Horor. Yah… dengan terpaksa kami ikut menikmati ketegangan tsb karena terbawa suasana sampai pada klimaknya di akhir film . Kamipun saling melirik karena ingin cari tahu apakah yang teman yang lain juga bisa menikmati film ini. Dan Suasana menegangkan pun akhirnya pecah ketika kami menoleh ke arah belakang dimana Dadik dan Gendut duduk, kami tidak melihat wajah mereka berdua karena gendut memejamkan matanya dan menutupi mukanya dengan tangan sedangkan dadik malah menututupi mukanya dengan kaos karena takut melihat adegan horor yang mencapai klimaks di akhir cerita. Bahkan saat film sudah berakhir muka mereka berdua masih ditutupi. Huakakakakakkk………
|