|
Ditulis Oleh kimung
|
|
Thursday, 27 November 2008 |
Salut kepada semua teman-teman atas dedikasinya menegakkan kembali pondasi persaudaraan sesama Alumni’93, Semoga ini jadi awal yang baik. Meski hanya project bikin kaos tapi ternyata ceritanya bisa panjang dan melelahkan eh menyenangkan. Bayangkan harus mengakomodasi banyak anggota dengan selera yang bermacam-macam pula, ada yang model cewek atau cowok, oblong atau polo, tulisan sego petjel, es pleret dll, lengan panjang atau lengan pendek, warna hitam, putih dst.
Jadi teringat ketika awal masuk SMA dulu, saat dibagikan kaos olah raga model oblong lengan pendek dengan desain tulisan SMASATU yang sederhana (baca ‘juelek’) ditambah lagi bahannya yang tipis dan molor pisan. Yang jadi pemikiran apakah Kepala Sekolah waktu itu membuat keputusan yang demikian tsb adalah pemaksaan kehendak atau hanya untuk mempermudah urusan saja. Bayangkan betapa pusingnya seorang presiden yang memimpin negri ini dengan harapan semua keinginan rakyat yang bermacam-macam bisa terakomodasi. Dibutuhkan kedewasaan dalam berdemokrasi, hal terpenting dalam berdemokrasi adalah bila sebuah keputusan sudah di ambil maka semuanya harus bisa menerima dengan besar hati (legowo-jawa) dan mendukung secara konsekuen. Satu hal yang kita pelajari dari kedewasaan berdemokrasi warga Amerika Serikat, ketika Obama terpilih maka semua mendukung dan percaya. Sejenak belajar dari orang-orang sukses, Hal yang menarik adalah biasanya Owner Perusahaan bukanlah seseorang yang berpendidikan tinggi, dia hanya memperkerjakan pegawai dengan strata pendidikan yang tinggi dan jago kalo bikin analisa sehingga sampai pusing sendiri saat harus mengambil keputusan makanya keputusan-keputusan penting tetap diambil oleh owner. Ternyata simpel, seorang owner selalu cepat dalam memutuskan (bukan berarti mengabaikan pertimbangan2) dan begitu pula cepat dalam menindak lanjutinya karena dia berpikir semakin cepat merealisasiknnya maka bila menemui kesalahan maka semakin cepat pula memperbaikinya. Itulah yang dipercayainya dan telah dilakukannya berkali-kali, bertahun-tahun sampai berhasil. Bayangkan bagaimana hasilnya bila dia sukses pada percobaan pertama mungkin hasilnya tak sedahsyat bila dibandingkan hasil yang dicapai dari percobaan kesekian yang telah mengalami beberapa kali kegagalan sebelumnya. Project kaos ini sebagai awal dari hal-hal besar yang menunggu kedepannya so…. Realisasikanlah dengan segera karena nanti pasti kita akan menemui beberapa kendala yang akan kita jadikan pelajaran supaya kedepannya tak terulang lagi dan mungkin sekali kita akan menemukan metode yang lebih sistematis yang lebih cocok entah system by order atau by stock, distric manufaktur atau split manufaktur karena pertimbangan distribusi dsb. Semoga project ini bisa sebagai test case awal untuk menghadapi pekerjaan besar kedepannya yaitu dalam rangka mentoleransi perbedaan dan mempersempit kesenjangan untuk satu tujuan mulia yaitu mempererat tali persaudaraan sesama alumni’93.
|