|
Saat Liburan sekolah setelah selesai Ebtanas dan menjelang pengumuman kelulusan nanti cah2 ingin mengadakan tour ke kota Djogja, hal ini telah direncanakan jauh-jauh hari kalo boleh dibilang seperti nazar sebagai bentuk telah terbebasnya dari ujian akhir/ebtanas yang sempat menjadi beban berat bagi kelas III karena harus belajar sungguh-sunguh yang amat menyita waktu sehingga acara dolan2/kumpul2 berkurang tidak seperti saat kelas II yang karena tidak ada beban sehingga sering kumpul2, cangkrukan malam di sekolahan sambil main gitar, kongkow2 sambil ngopi di warung, bergerak serentak menyerbu dan menerjang acara ultah atau yang berbau makan2, bahkan sampai acara dolan2 ke pantai. Sebelumnya telah breefing di sekretariat Rumah Romi CT tentang siapa saja peserta yang ikut, kemana aja rutenya, berapa hari lamanya dsb. Dengan uang saku yang pas-pasan yang penting bondo nekat (Bonek) Berangkatlah dari stasiun kota blitar naik kereta ekonomi jam 04.30 pagi, mereka yang jadi berangkat adalah Indra Bandrex, Joko S, Aris BJ, Hermawan Gendut, khomsul, Waskito/Kempruss, Andy Kaboel, Akbar, Selo dan ….. (kalo gak salah 10 orang). setelah sampai stasiun kertosono maka harus oper kereta yang dari surabaya ke jogja, Karena masa-masa liburan kereta pun penuh sesak oleh penumpang dari surabaya sehingga asal terangkut aja sudah syukur. Meski pun harus berdiri berhimpit-himpitan di dekat pintu gerbong yang pengap karena saking banyaknya penumpang, akan tetapi bayang-bayang kebersamaan menikmati keramahan kota Djogdja membuat cah2 kuat dan bersemangat. Salah sat sisi dekat pintu gerbong kereta adalah toilet yang kumuh, bau dan menjijikkan (maklum kereta ekonomi) dimana bila semilir angin menerpannya maka bau tak sedap pun berhamburan mencari celah lubang hidung orang-orang disekitarnnya. Karena tak tahan bau tak sedap yang berasal dari dalam toilet yang pintunya kadang terbuka kadang tertutup maka Kempruss pun bermaksud menutup pintu tersebut dan Braakk…..! pintupun tertutup dan bersamaan dengan itu pula terdengar suara Aduuhhh….. Tanpa disadari ketika pintu toilet ditutup oleh Kempuss ternyata ada tangan seseorang perempuan yang dibadannya melingkar kain jarit sedang menggendong anaknya. Dengan reflek kempruss pun meraih jari tangan perempuan yang memerah tersebut dan didekatkan kemulutnya seraya meniup-niupnya seraya berucap maaf… sorry…. Sakit ya… sorry….Sementara itu seorang laki-laki yang berdiri disebelah perempuan tersebut (yang ternyata adalah suaminya) melihat kejadian tersebut dengan mata melotot dan mungkin sedikit agak geram, masa tangan istrinya diremas-remas orang yang bukan muhrimnya. Melihat kejadian itupun teman-teman pada terdiam termangu menyaksikan keanehan itu, bahkan teman-temanpun pada melempar pandangan mata ke arah lain dan bersikap acuh seperti tak pernah kenal kemprus yang bila sampai suaminya marah kami tak ikut-ikutan. Kempruss…. Bikin Ulah!!
|