|
Melirik perayaan hari jadi SMASA yang ke 53, saya coba menyempatkan diri membaur dengan adik-adik kita yang menggelar acara tersebut. Meski tentu saja saya tidak bisa mengikuti seluruh rangkaian acara peringatan tersebut di smasa. Setidaknya saya dapat melihat dengan mata kepala saya sendiri adik-adik kita disana.
Hari sabtu pagi, 23 agustus 2008, pukul 8 pagi lebih sedikit, saya berangkat ke SMASA. Sampai di pertigaan timur DEPAG Kab Blitar saya berhenti karena barisan siswa-siswa SMASA sudah melintas menuju smasa setelah berkeliling jalan sehat yang saya sendiri tidak tahu rutenya hehehehe....
Barisan siswa-siswi smasa diatur perkelas, tentunya mulai dari kelas 1 (X) sampai kelas 3 (XII) dan masing-masing kelas menunjukkan ciri khas-nya dengan beraneka macam seragam bebas. Mulai dari yang modelnya seperti hantu baik dan jahat ( jubah hitam dan putih ) sampai dengan layaknya simbok-simbok petani, lengkap dengan jarit dan kebaya plus capil (tutup kepala petani) serta menjinjing semacam 'kalo' (opo boso indonesiane?).
Yang bagi saya sangat menarik adalah ketika pentas seni digelar dihalaman smasa. Ada penampilan salah satu dari wakil kelas entah kelas berapa, yang menari tradisional lengkap dengan yogo (penabuh gamelan) juga dari siswa. Dari situ saya cukup kagum, tentunya tidak gampang persiapannya. Tarian tersebut mengambil setting cerita RAMAYANA lengkap dengan sang Hanoman serta si RAMA. Sementara penampilan kelas yang laen juga tidak kalah hebohnya, dengan drama musikal di halaman smasa sehingga para penonton yang terdiri dari siswa-siswa plus pengajar kadang dapat berintekasi langsung, sehingga tidak melulu di atas panggung. Ketika panggung di sisi dengan penampilan sebuah groub Band, justru kurang menarik audien. Saya kira kemasan penyelenggaraan acara peringatan sudah sangat bagus, terlihat jelas rasa luapan siswa atas berbagai interaksi acara yang gelar, seolah mereka ingin menumpahkan seluruh beban himpitan pelajaran di kelasnya hehehehhehehe...
Sementara saya coba mengingat-ngingat perayaan HUT SMASA tempo doeloe sama sekali lupa bagaimana modelnya. Mungkin karena saya tidak pernah ikut kekekkekekke.... . Saat itu juga saya sempatkan untuk melihat kelas-kelas yang pernah saya tempati dimasa lampau. Termasuk pagar sebelah selatan yang membatasi SMASA dengan lapangan sepak bola. Di atas tembok pagar tersebut sudah terdapat kawat berdurinya. Jadi ingat waktu lampau ketika saya sering melompat pagar itu tatkala terlambat datang ke sekolah hiks!
Ada ruang kelas baru antara kamar kecil (sebelah selatan) dengan kelas II Fisika 2 (jaman kita), tepatnya di sebelah barat kamar kecil tersebut. Mengapa saya selalu ingat kamar kecil itu? Karena setiap saya terlambat, saya sering ngumpet di kamar itu selama 2 jam pelajaran kakakakkakakaka...
Dan taman di tengah-tengah smasa yang dulu ada kolamnya, sekarang dibuat sedemikian rupa tanpa kolam, sehingga adat jaman dulu tidak bisa dilakukan lagi, yakni party jebur-jeburan, menjeburkan seorang teman ke kolam hehehhehe.
Demikian dulu report dari saya! Monggo dilanjut....
|