|
Oeeddann...! Kerja keras panitia Reuni Suitsepentin 2010 benar-benar diganjar dengan seabrek kesuksesan. Sukses meramu acara sederhana tapi sangat mengena, sukses menggalang dana buat pengadaan segala sarana dan prasarana acara, sukses melebur rasa rindu dan kangen ke dalam secawan pleret keharuan, sukses nglumpukne balung pisah karena menjalani takdir masing-masing, sukses merekahkan senyum yang otomatis berubah jadi gelak tawa dan canda. Sukses kabeh wis pokok'e!
Senopati-senopati dan para hulubalang serta seluruh dayang-dayang tlatah perdikan Songotelu yang dikoordinir oleh Senopati Totok Lelananging Jagad, didampingi Kanjeng Mami Ningrum, yang kemudian disengkuyung Den Mas Yani Brain Stone, Adi Mas Yoyok Sentul, Kang Mas Redi Jatisuloyo, Ni Ayu Yanis Waruju, Jeng Iis Loring Stadion, Nini Nana Nani Nina Mataraman dan lain-lainnya, mengerahkan segala upaya demi berkibarnya bendera dan panji-panji PINK yang bermakna SUIT (sweet) sebagaimana hajat tlatah perdikan songotelu yang pada warsa ini genap berusia 17 tahun.
Senopati Totok Lelananging Jagad mewakili segenap panitia pelaksana goro-goro Suitsepentin 2010 berseru," Terimakasih kepada seluruh warga tlatah perdikan songotelu atas kekompakannya dalam menggelar acara reuni suitsepentin, demikian juga kami mohon maaf atas segala kekurangan panitia dalam menata, mengatur, menyuguhkan acara demi acara hingga tuntasnya hajatan goro-goro suitsepentin songotelu 2010".
Adapun dari hasil sudut pandang juru kunci web songotelu dot com meski hanya sekilas, seluruh rangkaian acara mampu menghantarkan jiwa-jiwa yang hadir ke dalam acara tersebut menyatu dalam wahana songoteluisme yang kental akan gelak tawa.
 Sebagai bentuk kehormatan lainnya, beberapa warga songotelu dengan gagah berani rawe-rawe rantas malang-malang blitar maju ke panggung goro-goro memekikkan untain-untaian kalimat mulia serta lagu-lagu yang aduhai. Taruhlah, Hulubalang Budi Kadang Ono, Mpu Dhopir Jati Anom, Kang Mas Redi Jatisuloyo, Den Bagus Sulistya Tenan, Begawan Aniel Dawaningrat dan bahkan Kanjeng Mami Ningrum berkenan melantunkan tembang kasmaran panentrem weteng sing kebak pleret.
Detik demi detik kami nikmati kebersamaan itu tanpa pembatas ruang dan waktu. Menit demi menit kami hembuskan nada-nada canda dalam bertegur sapa. Untuk selanjutnya akan kami upayakan untuk menghaturkan seluk-beluk, kasak-kusuk, haha-haha, dan hihi-hihi di media informasi ini baik dalam bentuk foto, video, dan tentu saja tulisan-tulisan sebagai prasasti tanda keberadaan generasi sego petjel van mblitar di jagad dewanata. Nyebar godong koro..!
|