Pada hari Jumat pagi tgl 27 Maret 2009, aku bener-bener nggak tahu kalo ada peristiwa Situ Gintung jebol & makan banyak korban. Kami (suami+aku) berangkat kerja seperti biasa dan ketika melewati daerah cirendeu, PDK, (sekitar 2km dari lokasi musibah) juga tidak ada tanda-tanda kalo sudah terjadi musibah besar di sekitar daerah itu. Kemacetannnya juga masih dalam taraf wajar seperti biasa. Mungkin kalau pagi itu kami melewati jalan gunung atau daerah Ciputat (daerah sekitar kampus Univ. Muhamadiyah dan Univ. Kyai Dahlan), kami tahu kejadian ini. Biasanya kami melewati daerah ini, kalau darah cirendeu super duper macet cet...
Ketika sampai di kantor, teman-temanku langsung tanya "Ver, gimana rumahmu kena nggak ?? Keluargamu gimana ?? Kok kamu masuk kantor ??". Aku yang memang nggak tahu kalo Situ Gintung jebol, bingung dengan pertanyaan mereka. Ada apa ini ?? Setelah mereka cerita, hanya istigfar yang bisa terucap. Semoga para korban meninggal diberikan tempat terindah di sisi-NYA dan keluarga yang ditinggalkan tabah menerima cobaan ini. Alhamdullilah daerah rumahku masih jauh dari lokasi musibah, sekitar 7 km dan termasuk daerah tinggi, jadi tidak sedikitpun air jeloban situ gintung itu mengalir ke daerahku. Pada hari Sabtu & Minggu, kami belum berani ke lokasi musibah. Karena lihat di TV situasinya sangat menyedihkan, kacau & tanah di sekitar lokasi masih rentan longsor. Dalam 2 hari itu pencarian korban meninggal juga sedang gencar-gencarnya. Aku sendiri nggak tega dengar tangisan keluarga yang ditinggal & yang pasti nggak bisa lihat jenasah. Bisa-bisa malah ngrepotin orang, karena semaput di tempat. Lihat di TV aza nangis, apalagi lihat langsung di sana. Akhirnya, baru senin pagi tgl 30 Mar'09 sekalian berangkat kerja (aku ambil cuti 1/2 hari), kami datang ke sana & sekaligus mendocumentasikan lokasi musibah. Bau anyir langsung tercium dari jarak 100-200m dari lokasi musibah situ gintung. Aku nggak tahu ini bau mayat yang belum ditemukan atau bau air situ gintung yang sudah tercampur lumpur. Tapi yang pasti, itu bukan bau sampah. Pada hari itu, korban yang belum ditemukan sekitar 100 orang lebih, jadi masih banyak para relawan yang mengodal-adil tempat tersebut. Kakiku "nggreweli" dan cuma bengong ketika lihat langsung lokasi kejadian. Rumah-rumah yang biasa kami lihat ketika melewati daerah ini hilang diterjang air, jalannya pun sekarang juga sudah hancur berantakan hanya dalam waktu sekejap. Mobil, sepeda motor, bekas runtuhan rumah masih banyak bertebaran di lokasi musibah. Tapi subhanallah ketika lihat masjid Jaballurahman masih berdiri kokoh ditempatnya, sedangkan rumah di sekitarnya sudah hilang di sapu banjir. Masjid tersebut saat ini dijadikan posko FPI dan beberapa kelompok lain untuk menerima bantuan korban situ gintung. Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT dan dijauhkan dari mara bahaya. Amin.. Terimakasih juga atas perhatian teman-teman atas musibah ini.
|