|
2, 3 atau 5 jam bertemu setelah 15 tahun tidak pernah saling ketemu rasanya tidaklah cukup. Setelah acara di rumah yuyun selesai maka cah2 pun sepakat melanjutkannya di rumah redy diantaranya adalah Fatoni, Yoyok, Novan, Yani, Thomas, Kimung, Soim dan acara tambah meriah setelah kedatangan Hermawan alias Gendut yang telah kami tunggu2 kedatangannya di rumah yuyun dan ternyata baru muncul padahal kami telah menghubunginya berkali-kali melalui HPnya. Benarkah karena rekonsiliasi keberanian yang terlambat? tapi oleh-oleh brownis kukus Amanda dari mbak Tata khusus untuk Hermawan menjadikan suasana jadi tambah manis dan legit. seperti bujangan aja tanpa beban tak terasa obrolan kami sampai sekitar jam 01.00 WIB.
Keesokan harinya (hari minggu) Kimung, Soim dan Thomas melanjutkan kebersamaan berkeliling kota blitar, sarapan sego pecel dipinggir jalan, makan es drop (es khas Blitar) di depan ex gedung bioskop Dipayana koyo wong ran due masalah dan memang sungguh nikmat kalo semua atribut diletakkan sejenak. Peristiwa tadi malam masih mengelayut di benak kami dan kamipun masih membicarakannya, ada satu kesimpulan yang sama dari yang kami rasakan bahwa setelah 15 tahun waktu berlalu hingga bertemu malam itu, ternyata semua individu telah menjadi dewasa dan bijaksana dalam relationship, bisa menerima teman apa adanya dengan kelebihan dan kekurangan masing2 demi persahabatan yang tulus. Memang, kita telah menjadi Saudara… Tak lupa kami menyempatkan diri berkunjung ke lokasi bersejarah SMA 1 Blitar untuk bernostalgia dan berniat menemui pak Yan. secara tak sengaja bertemu dengan pak Agus yang hari itu bertugas menempeli nomor ruang kelas untuk persiapan ujian. Tembok, kursi, bangku, papan tulis seperti bercerita kepada kami tentang peristiwa waktu itu, tentang kebersamaan, tentang kenakalan, tentang kekonyolan, tentang semuanya….Satu persatu cerita-cerita masa lalu keluar dari ingatan kami masing2 setelah melihat TKP dan pak Agus pun ikut membantu mendeskripsikannya dengan jelas. buanyak cerita yang tak terungkap dan ternyata semua cerita bahkan cerita2 konyol diwaktu itu pun sekarang berubah menjadi cerita2 yang indah dalam fragmen2 film yang terangkum dalam episode smasaku di dalam benak kita.
Seperti tak ingin kehilangan moment setelah peristiwa yang mengharu birukan hati kemarinnya, maka keesokan harinya (hari senin) Yoyok, Kimung dan Ali Effendi pun melanjutkan petualangan ke Warung Sukaria di desa ndarungan Wlingi yang sempat heboh beritanya di milist 93 kemarin. Kamipun menelpon rudi mbun yang kantornya dekat dengan lokasi untuk bergabung maklum sebenarnya rudi ingin sekali datang ke acara kumpul2 di rumah Yuyun tapi apa daya pompa bensinnya rusak sehingga dia harus memompa sendiri secara manual hitung2 olah raga biar kemringet dan kurusan dikit.Seperti ingin membuat teman2 merasa iri atas kebersamaan kami sekalian pamer supaya teman2 ngiler ketika kami menyantap dengan lahapnya menu peyek uceng yang gurih dan renyah tak lupa menu andalan uceng goreng dengan lalapan dan sambel trasi yang pas pedasnya serta uceng sayur (lodeh) khas ndeso dengan kuah santan yang kenthal dan pedes berikut rasa asem2 dari tomat mentah dan tentunya lebih lengkap ditambahi terancam yang krius-krius sueger.
|