ImageSoegeng Rawoeh wonten ing wisma aloemni SMAN 1 Blitar tahoen 1993. Minangka damel ngeraketaken saha nambahi raos sih katresnan toemprap sesami aloemni'93, pramilo kanthi nyoewoen pangestoenipoen, moegi-moegi songotelu.com saget maringi manfaat ing dalem njengkoejoeng saha ngoeri-ngoeri pasedoeloeran aloemni'93 meniko, noewoen !
 

Depan arrow Coretan 93 arrow Cerita Cerita Lucu arrow Tanda Tangan
Tanda Tangan PDF Print E-mail
Ditulis Oleh kimung   
Sunday, 08 March 2009

Berawal dari permintaan Bapaknya kaboel (bukan Kaboel senior lho.. tapi mas Bandi bila beliaunya mengenalkan kpd kami teman anaknya) untuk transfer/kirim uang ke BCA Blitar, kalo nggak salah kejadian ini pas kami kelas 2 berarti sekitar tahun 1991 berarti belom lama BCA hadir di kota Blitar. Jaman dulu para pegawai Bank tidak seramah sekarang yang mana telah mendapatkan pelatihan bagaimana harus bersikap santun bila melayani pelanggan. Seperti orang ndeso aja kami begitu lugu maklum seusia itu dan waktu itu kami belumlah familier dengan tata cara perbankan. Dengan berbekal panduan petunjuk dari Pak Bandi maka kamipun mencari dimana tempat mengambil slip dan kaboel pun mulai menuliskan jumlah uang yang akan ditransfer.

Selanjutnya ia ikut dalam barisan antrian yang sudah tentu sebelumnya dia telah memilih barisan antrian di teller cantik mana yang disukainya (dahulu cara ngantrinya bisa milih pada teller mana yang disukai). Setelah lama mengantri maka tibalah giliran Kaboel, dengan raut muka yang berbinar dan tatapan mata yang hampir tak berkedip, untung aja nggak sampai ngiler dia pun menyerahkan slip dan sejumlah uang kepada mbak teller yang cantik. Apa yang didapat bukanlah balasan senyuman manis mbak Teller akan tetapi nada sedikit agak kesal karena ternyata ada kesalahan penulisan. Teller pun berusaha memberikan penjelasan tata cara pengisian slip dengan nada yang kurang merdu dan wajahnya yang cantik tiba-tiba berubah seperti momok bagi kaboel sehingga kaboel pun hanya mangut-mangut dan hanya bisa berkata iya dan iya seperti orang ketakutan.

Kembalilah kaboel ke meja tempat slip berada dan mulailah ia menulis ulang sesuai petunjuk yang telah diberikan, setelah selesai kembalilah ia mengantri pada lajur antrian yang tadi. Semangat mengantri kali ini sangatlah kontras dengan bagaimana dia mengantri untuk kali yang pertama. Kali ini ia menyerahkan slip dan uang dengan wajah yang terlihat tegang seperti ketakutan. Setelah diterima dan di check, mbak Teller pun tersenyum simpul dan proses transfer uang pun beres. Aku yang melihat dari kejauhan terheran-heran dan dengan rasa penasaran akupun menanyakan ada apa dan gimana sampai hal itu terjadi tapi Kaboel tak berucap sepatah katapun dan tidak tersenyum sedikitpun tidak biasanya ia serius seperti ini. ImageSambil berjalan keluar, diapun memberikan Copy Slip transfer kepadaku dan akupun tertawa ngakak melihatnnya karena ternyata tanda tangan Kaboel yang membuat mbak Teller tadi tersenyum simpul.
ini adalah gambar tanda tangannya: 

Comments
Maaf... hanya anggota yang bisa memberi komentar!

3.25 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
Next >

Advertisement
Obrolan Songo Telu
Latest Message: 1 year ago
  • coim : Sabar Dik... sik podo loro bronto! hahahaha...
  • Dadik : sad
  • Dadik : ojo dijarne jar koyok ngene.....
  • Dadik : ayo.... omahe di endangi barang to cah.....
  • dodo : heeh
  • dodo : stolfeste...
  • sigit : dengaren aku mlebu... hehe
  • sigit : sepiiiiiiiiii
  • W.W : onok Gung,  metune lek wes sampean login
  • agung : Aku nggoleki scan-an buku alumni, perasaan dhisik ono nang galery foto, saiki kok nggak ono yo?
Please Login to shout..
Tempat Login
Menune 93
Depan
Coretan 93
Cerita Cerita Lucu
Cerita Dari Rantau
Anggota 93
Links
Daftar
Belum ada yg Online
Total Pengunjung