|
Awal mula berkumpul Sekitar akhir tahun 98-an bersama pak Agus BP SMASA aku ke Bank BCA depan alon2 blitar (sekarang pindah di jalan cepaka), saat ambil slip dan mulai mengisi tak sengaja berhadapan dengan kami seseorang berkumis, berpeci dan bekas brewok yg dicukur rapi tapi masih kelihatan banyak bulu2 di dagu dan pipi. Wajahnya yg begitu seram membuat aku agak gentar untuk menyapa selain karena takut kalo keliru karena kayaknya pernah kenal. Pak Agus malah yang ingat terlebih dahulu kalo dia itu cah Sumatra, oalahh… aku baru ingat itu Syarifudin, iya dulu pas kalo ada kegiatan hari besar islam di SMASA cah2 ngumpul bareng2 di di mushola SMASA sebagai Base camp, bahkan seringkali bermalam/nginep apalagi kalo ramadhan bisa sampai 20 orang tidur di mushola (Coba tak iling-iling sopo ae: Fahmi, Syarifudin, Bagus Londo, Anas, Sigit, Nardi, Agus Saptoni, Komsul, Yani, Akbar, Saifullah, Kimung, Wahyudin, Indra Bandrex, Gendut, Joko, Kemprus, Kabul, Lukman, Kuro, Almus dan adik2 kelas spt Abdul majid, Wendy, khafidz dst aku lali) ech.. ternyata ketemu lagi, pikirku udah kembali ke habitatnya di Sumatra bergumul dengan gajah-gajah lampung. Pertemuan dengan syarifudin inilah merupakan awal dari komonitas religi, mengingat karakter dia yang kuat, terlalu pede atau mungkin keras kepala yaitu sifat pembawaan yang sudah terlihat dan di kenal dari dulu sejak masih di bangku sekolah atau aktifitas mushola yang akhirnya membuat orang-orang di sekitarnya pun terkontaminasi seperti terjebak dalam medan magnet tapi yang jelas untuk kebaikan.
|